Via Vallen, Fenomena Kebangkitan Dangdut

Via Vallen, Fenomena Kebangkitan DangdutVia Vallen, Fenomena Kebangkitan Dangdut

Kehadiran Via Vallen di belantika musik tanah air telah memberi rona tersendiri, khususnya musik dangdut. Selama ini musik dangdut tidak banyak dikenal di kalangan anak belia jaman now yang lebih menerima musik pop khususnya K-pop atau J-pop. Namun nama Via Vallen justru banyak menarik golongan anak belia bareng permanen bernyanyi di jalur musik dangdut berbahasa Jawa.

Via Vallen memang manis, bahkan terdapat yang mengatakan setara bareng Isyana. Mau tidak mau ini menjadi galat satu hal krusial. Namun kalau hal ini menjadi terpenting, cita rasanya berat buat bisa bertahan dalam waktu yang lama. Via Vallen sepertinya berhasil membuktikan bahwa musiknya viral dalam waktu yang nisbi lama.

Pertama mengenal nama Via Vallen sumber lagunya yang berjudul "Sayang", terus-terang awalnya saya merasa tidak tertarik. Mengingat lagu ini bisa dikatakan jiplakan sumber lagu Mirae-nya Kiroro. Warna lagu Mirae sangat kental meskipun diubah bareng gaya dangdut. Namun terdapat yang tidak sinkron selesainya saya mendengarnya beberapa kali. Bukan alasannya lagunya mengagumkan, tetapi terdapat gaya dangdut yang tidak sinkron dalam lagu ini. Dari sini saya mencoba mencari memahami lagu-lagu lain sumber Via Vallen.

Beberapa lagu yang dinyanyikan Via Valen misalnya "Pikir Keri", "Bojo Galak", "Lali Rasane Tresno" & "Stel Kendo" ternyata memang memiliki ciri yang tidak sinkron sumber lagu dangdut yang terdapat dikala ini. Ada kesan pop di dalam lagu-lagu ini, meski ciri dangdutnya sangat kuat. Ada kesan datar di balik musik yang mendayu & bergoyang. Ini diperkuat bareng suara & ekpresi Via Vallen yang cenderung datar & tidak terlalu menarik hati bareng goyangannya. Mungkin ini bisa menjadi galat satu penyebab lagu-lagu Via Vallen lebih bisa diterima masyarakat yang selama ini lebih menerima pop dibandingkan dangdut.

Lirik yang diusung sang lagu-lagu Via Valen sangat sederhana & gampang diterima sang masyarakat. Ini galat satu ciri lagu dangdut yang lebih mengena di masyarakat pinggiran. Sebut saja beberapa lirik misalnya ini: "kuat dilakoni, nek gak kuat ditinggal ngopi" atau "mending cicil motor podo-podo mumete, nanging ono asile ketimbang mikir kowe" atau "Ojo mbok gawe bimbang, ra legal kakean alesan". Lirik yang polos & gampang dipahami, tetapi ternyata lirik ini bisa diterima sang kalangan masyarakat menengah.

Lagu "Sayang" adalah galat satu lagu andalan Via Vallen, alasannya dalam  lagu yang lain Via Vallen mendapat saingan keras sumber sesama penyanyi  dangdut lainnya, Nella Kharisma. Membandingkan Via Vallen & Nella Kharisma bisa menjadi topik yang menarik alasannya masing-masing memiliki kekuatan masing-masing. Di lagu "Sayang" ini suara Via Vallen  menampakkan karakternya. Bisa dikatakan rona suara Via Vallen mirip bareng Kiroro, tetapi kalau Kiroro menyanyikan bareng datar, Via Vallen lebih bergoyang. 

Beberapa data di Youtube memberikan view sumber video musik Via Vallen yang nisbi akbar, misalnya "Sayang" bareng 119juta, "Bojo Galak" bareng 15juta, "Lali Rasane Tresno" bareng 15juta & "Pikir Keri" bareng 10juta. Entah data ini akan bilang apa, yang niscaya angka ini sangat akbar kalau dibanding bareng video musik yang lainnya. Setidaknya ini ialah sebuah kenyataan dimana lagu dangdut versi Via Vallen mulai diterima sang masyarakat. 

Apakah ini menjadi pertanda musik dangdut akan mengalami kebangkitan pergi misalnya jaman Raja Dangdut Rhoma Irama, Elvi Sukaesih, Rita Sugiarto, atau misalnya jaman Ikke Nurjanah. Kita tunggu saja Via Vallen yang dikala ini sedang menggoncang Indonesia.

—–
Ditulis sang: Ki Suki

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *